Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan
BIOGRAFI BUDI DARMA

BIOGRAFI BUDI DARMA


BUDI DARMA
image 
Budi Darma adalah anak ke empat dari enam bersaudara yang semuanya laki-laki. Dia lahir di rembang, Jawa tengah, 25 April 1937. Walaupun keluarganya hidup berpindah-pindah karena ayahnya Munandar Darmowidagdo berprofesi pegawai Kantor Pos. dan ibunya Sri Kunmaryati. Kedua orang tuanya berasal dari rembang. Mereka pernah tinggal di Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.

Karena hidup berpindah pindah tersebut. Budi menyelesaikan sekolahnya di beberapa daerah. Sekolah dasar selesai tahun 1950 di Kudus, Jawa Tengah. Sekolah menengah pertama selesai tahun 1953 di Salatiga, Jawa Tengah. Dan SMA di selesaikan di Semarang tahun 1956. Melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra.

Budi pernah berguru keluar negeri untuk memperdalam ilmu. Diantaranya Universitas Hawaii, Honululu , Amerika (1970-1971). Meraih MA dari Universitas Indiana, Bloomington, Amerika (1976), dan mendapat gelar Ph.D dari Universitas yang sama (1980). Sumbangsinya dalam memajukan dunia sastra sangatlah banyak. Dalam kerjasama dengan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), Budi membimbing para cerpenis dan esai muda dari Brunai Darussalam, Indonesia, dan Malaysia dalam sebuah Program Penulisan Mastera (1998)-1999).

Dia benar-benar menggeluti dunia menulis setelah berada di tahun 1968. Salah satu tulisannya. Antologi cerpen Kritikus Adinan. Delapan bukunya telah berhasil diterbitkan . Novel Olenka (1983), Raflus (1998), dan Nv. Talis (1996), dan kumpulan cerpen Orang-Orang Bloomington (1981), tiga kumpulan esai Solilokui (1983), dan beberapa Esai Sastra (1984), dan Harmonuium (1995). Novelnya yang pertama kali diterbitkan berjudul Olenka. Novel tersebut menarik perhatian pegiat sastra dan pembaca. Hingga memperoleh beberapa penghargaa. Raflus adalah novel keduanya, dia mulai menulis novel tersebut setelah mendapatkan undangan mengunjungi Inggris pada tahun 1985. Budi lebih cenderung mengamati masalah manusia sebagai gejala umum bukan serta merta sebagai gejala social.

Budi Darma menikah pada tanggal 14 Maret 1968 dengan Sitaresmi, S.H. Dari pernikahannya dikaruniai tiga orang anak, Diana, Guritno dan Hannato Widodo.

PENGHARGAAN

1.Dua kali berturut-turut, tahun 1987 dan 1988. Budi Darma mendapat penghargaan sebagai warga yang berprestasi dalam bidang sastra oleh Walikotamadya Surabaya, yang saat itu dipegang oleh dr. H. Purnomo Kasidi. Tahun 2004, dia mendapatkan penghargaan warga berprestasi seni oleh gubernur Jawa Timur

2. Novel Olenka (1983), mendapat Hadiah Pertama Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980 dan sekaligus memperoleh Hadiah Sastra DKJ 1983. Tahun 1984 dia menerima Hadiah Sastra ASEAN

3. Penghargaan Sastra Dewan Kesenian Jakarta, SEA Write Award, dan Anugerah Seni Pemerintah RI. Di tengah macam-macam kesibukannya, ia tercatat sebagai Chief Editor Modern Literature of ASEAN terbitan COCI (Committee on Cultural Information) ASEAN, 2000. Buku ini mengenai sastra di tujuh negara ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Sumber: Wikipedia
Terima kasih sudah membac. Semoga menginspirasi. Baca juga biografi KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). 

BIOGRAFI AGUS NOOR

BIOGRAFI AGUS NOOR


Agus Noor
image Andreas
Agus Noor merupakan sastrawan yang lahir di Kecamatan Margasari, Tegal, Jawa Tengah 26 Juni 1968. Memiliki latar belakang pendidikan jurusan Teater, Institur Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Walaupun pendidikannya yang beraliran seni tapi kemampuannya dalam menulis berhasil membawa namanya tenar. Agus biasa menghasilkan karya berwujud cerpen, prosa, dan naskah panggung dengan gaya khas mengkritik. Salah satu karyanya yang menarik perhatian stasiun televise yaitu Metro TV hingga menjadi salah satu program tayang bernama Sentilan Sentilun. Karyanya ini di pilih dari berupa monolog yang berjudul Matinya Sang Kritikus. Yang sebelumnya penah dipentaskan di sejumlah kota oleh Butet Kertaradiasa. 

Karyanya yang lain masih berbaur dengan kritikan. Agus menggarapnya dengan Ayu Utami, sebuah naskah Sidang Susila yang ditujukan pada Rancangan Undang Undang Anti-Pornografi. Karyanya selain prosa adalah kumpulan cerpen dimuat dalam Antologi Ambang (1992), Pagelarang (1993), Lukisan Matahari (1994). Antologinya yang dimuat bersama Lampor (cerpen pilihan Kompas, 1994), Jalan Asmaradana (Cerpen pilihan kompas, 2005) Kitab Horison Sastra Indonesia (Mjalah Horson dan The Ford Foundation 2002), dan dari Pemburu ke Tapuetik (Majalah Sastra Asia Tenggara dan Pusat Bahasa 2005).

Agus merasa kaku saat menulis puisi hingga akhirnya selama 20 tahun lewat kumpulan puisinya berhasil di terbitkan Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan. Dia menuturkan “Sejak awal, saya memang bermasalah dengan puisi. “ lanjutnya kembali “Tak banyak yang tahu, pada awal proses kreatif saya, saya menulis puisi. Bahkan beberapa puisi saya, sempat terbit di Koran, seperti Bernas, Pikiran Rakyat, Media Indonesia dan lainnya. Tapi kemudian saya merasa ada yang tidak nyaman dalam diri saya. Saya seperti tidak menemukan kegembiraan, ketika menulis puisi. Di hadapan puisi yang tampak agung dan sakral di mata saya. Saya seperti tidak mampu rileks. Saya berhadapan dengan puisi dengan penuh ketegangan. Saat itulah, Linus Suryadi AG (almarhum) menyarankan saya untuk menulis prosa, sebagai rekreasi berbahasa mencairkan ketegangan saya. Tapi, kemudian, saya malah keterusan. Ketika saya menulis puisi akhirnya hanya saya simpan dalam file, dan saya nikmati sendiri. Juga kadang, saya memperlakukannya sebagai upaya mengeksplorasi cara berhasa saya, yang kemudian saya munculkan dalam prosa saya.”
Terima kasih sudah membaca. Semoga menginspirasi. Baca juga bioragrafi Raditya Dika

BIOGRAFI A. A NAVIS

BIOGRAFI A. A NAVIS


A. A Navis
image 
Salah satu sastrawan Indonesia yang produktif semasa hidupnya. A.A Navis memiliki nama asli H. Ali Akbar Navis. Merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat, 17 November 1924. Walaupun kebanyakan dari tanah kelahirannya memilih merantau, Navis tetap ingin berkarya di Padang. Dia bertahan di tanah kelahirannya, dengan pemikiran bahwa merantau hanyalah soal pindah tempat dan lingkungan, tetapi yang menentukan keberhasilan tetaplah kreativitas itu sendiri. Memutuskan terlibat dalam dunia menulis dimulai sejak kecil. Saat orang tuanya berlangganan majalah, dia suka membaca rubrik cerpen dan cerita bersambung setiap edisinya. Ayahnya paham kegemaran anaknya. Dia memberikan Navis uang untuk membeli bacaan yang disukainya. Karena perjalanan ke sekolah yang jauh, dia memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca. 

Pendidikan Navis secara formal hanya sampai sekolah Indonesisch Nederiandsch School (INS) di daerah Kayutaman. Selebihnya dia selalu belajar sendiri, bukan hanya buku sastra namun buku pengetahuan lainnya tetap dipelajari. Hingga intelektualnya berkembang dengan baik. Pembawaan Navis yang suka mengkritik, dia menyoroti gaya bercerita cerpen asing, dan membandingkan cerpen Indonesia. Kelemahan yang ditemukan dalam cerpen Indonesia diperbaiki dengan mempelajari cerpen asing.

Navis mulai aktif menulis tahun 1950. Namun mulai disoroti media setelah namanya banyak mengisi media sebagai cerpenis. Seperti majalah Kisa, Mimbar Indonesia, Budaya, dan Roman. Navis juga menulis beberapa naskah sandiwara untuk stasiun RRI. Kepribadiannya jujur dan mengkritik secara terang-terangan dengan upaya membangkitkan kesadaran pribadi bangsa Indonesia. Terkhusus kritik sosialnya ditujukan koruptor yang terus menggrogoti negara.

Pernah Navis berencana menulis dengan tema peristiwa kemiliteran yang pernah dihadapi bangsa Indonesia dan tentang kebangkitan umat Islam. Tetapi, kenyataannya tidak dapat terealisasi akibat sulit menemukan penerbit yang mau menerbitkan cerita yang berisi kedua peristiwa tersebut. Jikapun dipaksa, akan jadi sia-sia. Navis merasa prihatin dengan nasib bangsa Indonesia saat itu jangankan saat itu, saat inipun masih sama prihatinnya sehingga tidak perlu heran mengapa banyak pengarang bangsa Indonesia memilih cerita “hiburan” agar dapat terbit.

Salah satu cerpennya yang tenar Robohnya Surau Kami, menjadi salah satu cerpen terbaik versi majalah Sastra Kisah tahun 1955. Kisah yang bercerita tentang orang yang alim tapi malah masuk neraka. Terdengar tidak masuk akal memang, tapi ini jadi pembelajaran berarti untuk keseimbangan mengejar dunia dan akhirat. Dalam cerita berkisah tentang seseorang yang alim melalaikan pekerjaan dunia sehingga tetap menjadi miskin. Roboh dalam cerita bukanlah keadaan fisik melainkan nilai kepribadian orang tersebut.

Ada banyak penulis Indonesia yang tidak menjadikan sumber penghasilan dari menulis, sekalipun ada hanya beberapa saja. keadaan ini disadari oleh Navis, hingga dia berpikir dia menjadi pengarang hanya ketika dia mengarang. Setelah itu, dia menjadi orang biasa lagi yang harus bekerja untuk mendapatkan nafkah.

Dibalik dunia menulis, Navis bekerja sebagai pemimpin redaksi di harian Semangat (harian bersenjata edisi Padang), Dewan Pengurus Badan Wakaf INS, dan pengurus Kelompok Cendekiawan Sumatera Barat (Padang Club). Terkadang masih menghadiri seminar tentang masalah social dan budaya.

Adapun wejangan dari Navis untuk orang-orang mengaku ingin jadi penulis. Dalam setiap Dalam setiap tulisan, menurutnya, permasalahan yang dijadikan topik pembahasan harus diketengahkan dengan bahasa menarik dan pemilihan kata selektif, sehingga pembaca tertarik untuk membacanya. Selain itu, persoalan yang tidak kalah pentingnya bagi seorang penulis adalah bahwa penulis dan pembaca memiliki pengetahuan yang tidak berbeda. Jadi pembaca atau calon pembaca yang menjadi sasaran penulis, bukan kelompok orang yang bodoh.

Hingga diusianya yang senja masih membuktikan produktivitasnya sebagai sastrawan. Dia merencanakan menulis cerpen dan ingin menggarap novel. Bukan hanya usianya yang sudah tua, diperparah dengan komplikasi jantung, asma dan diabetes. Dua hari sebelum meninggal, ia meminta pada putrinya agar mengirim surat kepada Kongres Budaya Padang bahwa dia tidak bisa ikut Kongres di Bali. Buku terakhirnya, berjudul Jodoh, diterbitkan oleh Grasindo, kerjasama dengan Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation, untuk ulang tahunnya yang telah genap berusia 75 tahun. Jodoh berisi sepuluh cerpen yang ditulisnya sendiri. Dimana Jodoh berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang pertama sayembara Kincir Emas Radio Nedeland Wereldemroep tahun 1975, cerita 3 malam, Kisah Seorang Hero, Cina Buta, Prebutan, Kawin (memenangkan majalah Femina, 1979), Kisah Seorang Pengantin, Maria, Nora, dan Ibu. Navis wafat tepat tanggal 22 Maret 2003, Padang Sumatera Barat.

Karya

• Robohnya Surau Kami (1955)
• Bianglala: Kumpulan Cerita Pendek (1963)
• Hudjan Panas (1963)
• Kemarau (1967)
• Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi: sebuah novel (1970)
• Dermaga dengan Empat Sekoci: Kumpulan Puisi (1975)
• Di Lintasan Mendung (1983)
• Dialektika Minangkabau (editor) (1983)
• Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (1984)
• Pasang Surut Pengusaha Pejuang: Otobiografi Hasjim Ning (1986)
• Hujan Panas dan Kabut Musim: Kumpulan Cerita Pendek (1990)
• Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah (1994)
• Surat dan Kenangan Haji (1994)
• Cerita Rakyat dari Sumatera Barat (1994)
• Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjafei: Ruang Pendidik INS Kayutanam (1996)
• Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 2 (1998)
• Jodoh: Kumpulan Cerpen (1999)
• Yang Berjalan Sepanjang Jalan (1999)
• Dermaga Lima Sekoci (2000)
• Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3 (2001)
• Kabut Negeri si Dali: Kumpulan Cerpen (2001)
• Bertanya Kerbau Pada Pedati: kumpulan cerpen (2002)
• Gerhana: novel (2004)
• Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis (2005)
Terima kasih sudah membaca. Semoga menginspirasi. Baca juga Biografi Habbiburrrahman El Shirazy

BIOGRAFI DANARTO

BIOGRAFI DANARTO

Danarto
image Firdaus
Danarto lahir di Sragen Jawa Tengah, 27 Juni 1940. Anak ke empat dari lima bersaudara. Ayah berprofesi mandor pabrik tebu di Sragen. Jakio Harjodinomo dan ibu Siti Aminah. Danarto tidak mengalami masa-masa sulit dalam menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi karena di samping ayahnya yang bekerja sebagai mandor, ibunya membantu jualan batik. 

Salah satu sastrawan Indonesia yang suka memakai kemeja putih ini meninggalkan kota kelahirannya menuju Yogyakarta untuk menempuh pendidikan di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) dan fokus pada seni lukis. Tahun 1959-1964 dia bergabung dengan Sanggar Bambu Yogyakarta, sering kali ambil bagian dalam pegelaran drama yang diadakan Rendra dan Arifin C. Noor, walaupun hanya sebagai rias dekorasi.

1969, Danarto meninggalkan Yogyakarta dan pindah menuju Jakarta. Dia bergaul di kawasan Taman Ismail Marzuki. Sebelum akhirnya menjadi tenaga pengajar di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) tahun 1973, Danarto bekerja sebagai tukang poster.

Tahun 1974 kumpulan cerpennya berjudul Godlob terbit, yang sebelumnya sudah pernah dimuat di majalah Horison tahun 1968. Menyusul antologi cerpen ke dua yang berjudul Adam Makrifat. Tahun 1982 Mendapat penghargaan sebagai cerpen terbaik dari Dewan Kesenian Jakarta. Menjelang beberapa bulan kemudian kembali mendpat posisi sebagai antologi cerpen terbaik dari Yayasan Buku Utama. Masih dari Yayasan Buku Utama mempercayakan sebagai antologi cerpen terbaik di tahun 1987, dengan judul cerpen Berhala. Selanjutnya, 1996 Danarto mencetak Gergasi, 1999 sebuah novel berjudul Asmaraloka, tahun 2000 Setangkai Melati di Sayap Jibril. Karya terbarunya terbit pertengahan tahun 2008 berjudul Kacapiring.

Tahun 1982 Danarto mendapat Ahmad Bakrie Award dalam bidang Kesusasteraan. Di tahun 1979 -1985 dia bekerja di majalah Zaman, kemudian tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Selanjutnya, tahun 1983 menghadiri Festifal Penyair Internasional di Rotterdam Belanda. 1974, bergabungnya dengan Teater Sardono berhasil mengantarnya ke Eropa barat dan Asia.

Danarto dikenal sebagai sastrawan yang Realis Magis, tapi ada sedikit ketidak cocokan dengan mengatakan demikian karena perbedaan pada karyanya yang berjudul Adam Makfirat. Aliran Realis Magis tersebut diberikan oleh Akmal Nassery dari Tempo, dengan dasar penilaian dari cerpen Kacapiring. Namun berbeda dengan dengan Umar Kayam tidak menganggap Danarto sebagai sastrawan realis maupun surelis, melainkan berada diperantaranya. Entah sebagai surelis maupun realis. Karya-karya Danarto memiliki cirri khas yang berbau spiritualitas.

Kaya akan prestasi, dan pengalaman hidup baik dalam negeri dan luar negeri. Namun kisah asmaranya kandas dengan Siti Zainab Luxfiati, seorang psikolog, setelah merajut rumah tangga kurang lebih 15 tahun lamanya.

Karya

• Godlob, kumpulan cerpen, 1975
• Adam Ma'rifat, kumpulan cerpen, 1982?
• Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji, 1983
• Berhala: Kumpulan Cerita Pendek, 1987
• Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, 2000
• Kacapiring, 2008
Terima kasih sudah membaca. Semoga menginspirasi. Baca juga biografi Tere Liye

BIOGRAFI AHMAD NASERY BASRAL

BIOGRAFI AHMAD NASERY BASRAL

ahmad nasery basral
image 
Akmal Nasery Basral lahir dari pasangan Basral Sutan Ma’ruf dan Asmanjar yang merupakan asli dari Minangkabau. Tepat tanggal 28 April tahun 1968, di Jakarta, Akmal Nasery Basral lahir. Telah menuntaskan studi menengah atas di SMAN 8 Jakarta. Kemudian melanjutkan pendidikan di jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Akmal berprofesi sebagai sastrawan dan wartawan. Sebelum menjejakkan kaki ke dunia sastra Akmal adalah seorang wartawan, yang bekerja berbagai media cetak. Salah satunya majalah mingguan Tempo, Gatra, Gamma, Travelounge, Koran Tempo, dan beberapa lainnya. Tahun 2002 ia mendirikan dan memimpin majalah musik MTV Traz.  Namun, pada tahun 2010, ia ingin fokus pada dunia Sastra hingga meninggalkan dunia jurnalistik. Pada tahun 2005 Akmal menunjukkan kemampuannya sebagai sastrawan dengan menerbitkan sebuah novel yang berjudul Imperia. Kemampuannya dalam dunia menulis semakin berkembang dan banyak dikenal masyarakat. Bukan hanya sebatas terbit sebuah buku, namun berhasil terjun ke dunia perfileman dengan di sutradarai Hanung Bramantio. Novel tersebut adalah Sang pencerah yang bercerita tentang perjuangan selama hidup KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri organisasi massa Islam Muhammdiyah. Tidak hanya sebatas itu, kumpulan cerpen Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) terdiri 13 cerpen, berhasil menyandang dalam long-list Khatulistiwa Literary Award 2007.

Tahun 2012, Akmal menuntaskan satu novel lagi, Anak Sejuta Bintang. Bertajuk masa kecil Aburizal Bakrie. Cerita lainnya, cerpen Legenda Bandar Angin yang mendapat predikat cerita terbaik versi harian Pikiran Rakyat.

Kehidupan rumah tangganya, telah menikah dengan Sylvia, dan memiliki tiga orang putri Jihan, Aurora, dan Ayla.

Karya

·         Imperia (2005)
·         Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006)
·         Legenda Bandar Angin (2006)
·         Nagabonar Jadi 2 (2007)
·         Parlemen Undercover: Kisah-kisah Sontoloyo Wakil Rakyat Negeri Indosiasat (2008)
·         Sang Pencerah (2010)
·         Presiden Prawiranegara (2011)
·         Batas (2011)
·         Anak Sejuta Bintang (2012)
·         Tadarus Cinta Buya Pujangga (2013)

Terima kasih sudah membaca. Semoga menginspirasi. Baca juga biografi Eka Kurniawan

BIOGRAFI AYU UTAMI

BIOGRAFI AYU UTAMI


Ayu Utami penulis Indonesia
Image Yvette
Ayu Utami salah satu penulis Indonesia memiliki nama asli Justine Ayu Utami, beragama khatolik. Lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968 dari pasangan Johanes Hadi Sutaryo dan Bernadeta Suhartina. Walaupun dia lahir di Bogor tapi dibesarkan di Jakarta.

Sebelum tenar dengan tulisannya kategori fiksi. Dia adalah seorang jurnalis. Pernah berkarir di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. menempuh pendidikan di Universitas Indonesia Fakultas sastra, bidang studi Sastra Rusia. Ayu juga pernah sekolah Advance Journalism, Thomson Foundation, Cardiff, UK (1995) dan terakhir Asian Leadership Fellow Program Tokyo, Japan (1999).

Tidak banyak yang tahu Ayu menggemari cerita petualangan, seperti Lima Sekawan, Karl May, dan Tin Tin. Kebanggan akan tanah air ditunjukkan dengan rasa suka pada musik tradisional, selain itu dia juga menyukai musik klasik. Pernah terpilih sebagai gadis sampul di majalah Femina urutan kesepuluh. Walaupun demikian Ayu tidak menekuni dunia model.

Namanya mulai melambung di tanah air setelah menulis sebuah novel yang berjudul Saman. Berhasil memperoleh sebuah penghargaan dari sayembara penulis Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Kemampuannya menulis fiksi menjadi aroma baru dalam dunia sastra. Novel berjudul Sama menembus 55 ribu eksemplar penjualan. Dan penghargaan lain yang diperolah, dia memperoleh Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, bertepatan di Den Haaq, Belanda dengan tujuan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Tepat diakhir tahun 2001, dia menghasilkan satu lagi novel yang berjudul Larung.

 Karier Dan Kegiatan

• Wartawan lepas Matra
• Wartawan Forum Keadilan
• Wartawan D&R
• Anggota Sidang Redaksi Kalam
• Kurator Teater Utan Kayu
• Pendiri dan Anggota Aliansi Jurnalis Independen
• Peneliti di Institut Studi Arus Informasi

Karya

• Novel Saman, KPG, Jakarta, 1998
• Novel Larung, KPG, Jakarta, 2001
• Kumpulan Esai "Si Parasit Lajang", GagasMedia, Jakarta, 2003
• Novel Bilangan Fu, KPG, Jakarta, 2008
• Novel Manjali Dan Cakrabirawa (Seri Bilangan Fu), KPG, Jakarta, 2010
• Novel Cerita Cinta Enrico, KPG, Jakarta, 2012
• Novel Soegija: 100% Indonesia, KPG, Jakarta, 2012
• Novel Lalita (Seri Bilangan Fu), KPG, Jakarta, 2012
• Novel Si Parasit Lajang: , KPG, Jakarta, 2013
• Novel Pengakuan: Eks Parasit Lajang, KPG, Jakarta, 2013
• Novel Maya

Penghargaan

• Pemenang Sayembara Penulisan Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta tahun 1998 untuk novelnya Saman
• Prince Claus Award dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, tahun 2000
• Penghargaan Khatulistiwa Literary Award tahun 2008 untuk novelnya Bilangan Fu

Terima kasih sudah membaca, semoga menginspirasi. Baca juga biografi J.K Rowling


BIOGRAFI A.S LAKSANA

BIOGRAFI A.S LAKSANA


A.S Laksana
image Muhammad Rasyid
A.S Laksana salah satu sastrawan Indonesia yang merupakan pengarang, kritikus sastra, dan sekaligus wartawan Indonesia. Detik, Detak dan Tabloid Investigasi merupakan tempatnya bernaung sebagai wartawan. Pernah belajar di IKIP Semarang jurusan Bahasa Indonesia, dan jurusan Ilmu Komunikasi FISIP di universitas Gadjah Mada. Dia dikenal aktif menulis cerpen di berbagai media cetak nasional Indonesia. selain itu dia telah mendirikan majalah Gorong-Grong Budaya.

Sastrawan yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 25 Desember 1968 ini. Telah mendirikan sekaligus mengajar di sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Dan kini aktif di bidang penerbitan. Salah satu karyanya jenis fiksi, cerita pendek yang berjudul “Bidadari yang Mengembara” mendapat penghargaan sebagai buku sastra terbaik tahun 2004 versi Majalah Tempo.


KAYA FIKSI

Bidadari yang Mengembara, berisi kumpulan cerita pendek (KataKita, 2004)
Cinta Silver, Novel yang telah di adaptasi menjadi film (Gagas Media, 2005)
KARYA NON- FIKSI

Creative Writing: Tips dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel (Mediakita, 2007)
Podium DeTik (Sipress, 1995)
Skandal Bank Bali (Detak, 1999)

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga menginspirasi. Baca juga biografi Khalil Gibran


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia