Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label review novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review novel. Tampilkan semua postingan
REVIEW NOVEL THE TIRD TWIN OLEH KEN FOLLET

REVIEW NOVEL THE TIRD TWIN OLEH KEN FOLLET


cover novel The Tird Twin

Seorang laki-laki memiliki fantasi liar dalam hubungan sex. Dia selalu mendamba hubungan intim dengan cara kekerasan. Untuk menjalankan khayalannya dia menyamar sebagai security dengan memanfaatkan ruang ganti perempuan di Universitas Jones Fallen. Dengan cerdiknya rencana berjalan sesuai imaginasi. Gadis-gadis berteriak keluar begitu asap mengepul. Sedangkan Jennie sementara mandi segera berpakaian dan lari keluar ruangan. Sahabatnya Lisa tidak diketahui bagaimana keadaannya.

Perasaan Jennie resah tidak dapat menemukan Lisa. Saat semua orang sudah diluar hanya Lisa yang tidak dapat dia temukan. Pemadam kebakaran sudah mengecek di dalam sama sekali tidak ada lagi orang. Akhirnya, Jennie menemukannya lewat pintu darurat. Dalam keadaan terpuruk akibat kekerasan seksual dan diperkosa.

Karena orang-orang yang meminta keterangan Lisa tidak menunjukkan simpatik sama sekali. Dia memutuskan mencabut tuntutan. Keesokan harinya setelah diganti dengan sipir perempuan, Lisa memutuskan ingin melanjutkan proses penyelidikan.

Jennie yang berusia 29 tahun sedang melakukan penelitian di universitas Jones Fallen. Di waktu yang sangat tepat dia butuh pelarian karena diputuskan pacarnya demi perempuan yang dia sebut berotak kosong. Sementara berbicara dengan subjeknya, Steve tidak menyangka bertemu dengan Jennie. Wanita yang membuatnya terpukau lewat permainan tennisnya.

Jennie, sebetulnya aku kemari untuk mengatakan bahwa memutuskan hubungan denganmu adalah kesalahan paling besar yang pernah kubuat dalam hidupku.

Will tidak berengsek sebetulnya. Dia cowok yang baik. Dia cuma jatuh hati pada orang lain. itu saja. Menurutku dia kurang perhitungan dalam menentukan pilihannya. Kan kami belum menikah. Dia tidak melanggar apa-apa. Daia bahkan tidak pernah menghkhianatiku, kecuali mungkin sekali atau dua kali, sebelum dia menyingkapkan hal itu padaku.

Berkat alat yang sedang dia kembangkan. Diluar prakiraan Steve pun tidak menyangka. Jika hasil analisa Jennie menyatakan Steve memiliki saudara kembar identik. Kabar buruk menghampirinya. Seharian menganalisa Steve, yakin sama sekali tidak ada kesalahan. Dan tidak mungkin pula terjadi kesalahan pada alatnya. Namun, keadaan memperjelas ibu Steve mengatakan, dia yang mengandungnya dan sama sekali tidak memiliki saudara kembar.

Kejadian lain menimpa Steve, dia dituduh sebagai pelaku pemerkosa Lisa. Jennie tidak percaya, karena seharian mereka bersama sama sekali ada tanda-tanda dia memiliki prilaku sebagai kriminal. Steve yakin ini haya salah tangkap. Tapi, begitu Lisa datang diminta menunjuk siapa pelakunya. Ternyata tetap Steve harus jadi tahanan. Bahkan harapan satu-satunya menunggu hasil tes DNA, dia tetap terbukti sebagai pelaku.

Kau ingat apa yang dikatakan Sherlock Holmes? Setelah berhasil menyisihkan semua unsur yang tak mungkin, yang tinggal meskipun kedengarannya tidak masuk akal adalah kebenarannya, atau Hercule Poirot yang mengatakan itu?

Semakin banyak kau tahu semakin berbahaya posisimu. Ini menggambarkan keadaan Jennie. Dia menemukan sesuatu yang tidak seharusnya dia tahu. Tiga orang berpengaruh di negaranya memiliki rahasia yang sudah disimpan selama 22 tahun. Satu persatu ditemukan lelaki yang memiliki wajah yang mirip dengan Steve, bukan hanya wajah, prilaku penyimpangan sex, agrresiv, warna rambut, bahkan DNA mereka sama. Tapi, semuanya dilahirkan di waktu yang berbeda, dan di rahim yang berbeda.

Saya tidak akan menceritakan lebih banyak lagi. Akan lebih nikmat jika membacanya sendiri. Cerita yang 640 hlm, jujur ini kisah yang berhasil membuat saya begadang karena kepiawaian penulis merangkai plot, diksi, membuat tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan cerita. Penulis berhasil memancing untuk terus menggali satu persatu petunjuk.

Ada banyak ketegangan dalam cerita. Cara mendeskripsikan keadaan sangat bagus hingga kita benar-benar merasakan ketegangan, takut, dan khawatir yang diciptakan penulis. Terlebih ini masalah yang sensitive. Tentang prilaku kriminal sex. Factor lainnya, mungkin karena saya perempuan.

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat. Baca juga novel Ayat-Ayat Cinta

REVIEW NOVEL THE BEST LAID PLAINS OLEH SIDNEY SHELDON

REVIEW NOVEL THE BEST LAID PLAINS OLEH SIDNEY SHELDON


cover buku Rencana paling sempurna
image
Disaat Leslie memilih menyerah untuk berharap mendapatkan seorang pendamping hidup. Namun, kenyataan dia bertemu dengan Oliver, calon suaminya. Pertemuan mereka diawali dengan Oliver membutuhkan jasa Leslie untuk kampanye sebagai calon Gubernur. Disayangkan suara untuk Oliver semakin merosot, akhirnya orang-orang yang dulu memberi sponsor mundur. Tapi, Leslie tetap membantu semaksimal mungkin dan berusaha membantunya agar tetap bertahan sebagai calon Gubernur. Hubungan mereka semakin dekat, Oliver dan Leslie memutuskan untuk menikah.

Seminggu pernikahan Oliver keluar kota ada urusan pertemuan. Hingga mendekati hari resepsi Oliver masih tak ada kabar. Leslie menduga-duga keburukan apa yang menimpanya, mungkin kecelakaan. Lewat telepon kabar dinanti datang juga. Seorang wartawan menghubunginya, menanyakan pendapatnya tentang pernikahan Oliver dengan Jann. Merupakan putri dari senator Davis, yang akan banyak memberi bantuan mencapai kedudukannya. Banyak media menyorot Leslie, terlebih undangan sudah di sebar, terpaksa hadiah di kembalikan dan dia meminta maaf. Dengan elegan, Leslie menjawab pertanyaan media tetap mendoakan mereka semoga bahagia, dan merasa wajar saja Oliver bersikap demikian mengingat Jann adalah mantan kekasihnya. Saat Oliver dan Jann kembali ke Kentucky mereka akan menikah kembali di gereja yang seharusnya Oliver dan Leslie menikah.

Sejujurnya Oliver sempat ragu, karena Leslie wanita yang baik, dan benar-benar mencintainya. Namun keterlibatan senator Davis yang membujuknya akan mempelancar proses menuju pencalonan sebagai Gubernur, akhirnya Oliver tergoda. Tergoda dengan kedudukan dan uang. Leslie mampu tegar di depan kamera dan baik-baik saja, tapi dia tetap memiliki rencana untuk membalas perlakuan Oliver. Leslie meninggalkan Kentucky dan tinggal di Poenix. Dengan rencana mendekati seorang pria kaya dan cukup tua. Dalam kurung waktu enam bulan mereka harus menikah, di luar dari target hanya dalam dua bulan dia berhasil mendapatkannya. Tidak lama setelah menikah, suaminya meninggal. Itupun akibat penyakit yang diderita. Leslie yang cerdas, percetakan surat kabar yang dimiliki suaminya berhasil dikembangkan, dan bahkan telah membeli stasiun TV.

Kedudukan Oliver semakin melejit. Bersama senator Davis yang membantunya, dia mengejar posisi gedung putih. Dalam sehari mengadakan kampanye di beberapa daerah. Hingga hari pemilihan dia behasil mendapatkan apa yang diincarnya.

Leslie tidak kalah melejitnya dengan Oliver. Namanya semakin tenar. Dia berhasil menguasai berbagai media terbaik dan terbesar. Dengan satu misi, ingin menyerang Oliver walaupun sudah menduduki gedung putih.

Ada beberapa bagian dalam cerita ini akan membahas keadaan di Sarajevo saat terjadi peperangan. Salah satu reporter dari media yang telah dibeli Leslie berada di sana. Disinilah bagian mengganjalnya cerita ini. Dana, salah satu tokoh dalam cerita, yang saya pikir akan banyak berpengaruh dan terhubung dengan dua tokoh utama Leslie dan Oliver. Kenyataannya jika pun tanpa membahas lebih banyak tentang Dana tidak akan mengganggu apa yang akan terjadi dengan cerita bagian Oliver dan Leslie. Padahal Dana tokoh figuran tapi memiliki bagian yang komplit.

Endingnya…. Bahagia tapi tidak adil, menurut pandangan saya. Jadi agak kecewa juga dengan ceritanya. Padahal dalang pembuat masalah disini adalah Oliver, tapi penulis membuatnya hidup bahagia. Sedangkan Leslie menjadi semakin buruk. Seharusnya penulis menunjukkan akibat dari perbuatan Oliver. Jadi seimbangkan Leslie dan Oliver mempertanggung jawabkan perbuatannya.



REVIEW NOVEL CHARLIE SI JENIUS DUNGU

REVIEW NOVEL CHARLIE SI JENIUS DUNGU

cover buku Charli si jenius dungu
image
Charlie Gordon, laki-laki yang berusia 32 tahun dengan IQ 68 bekerja di toko kue. Karena adik dan ibunya yang tidak bisa menerima keadaan Charlie, ia ditinggal sejak kecil bersama Herman, pamannya. Sebelum pamannya meninggal ia membawa Charlie ke toko kue Donner agar dipekerjakan jadi tukang bersih-bersih. Charlie sangat suka belajar, dan memiliki obsesi ingin pintar seperti manusia normal lainnya. Setiap tiga kali sepekan ia ke pusat akademi Bekmin belajar, khusus untuk orang-orang yang terbelakang mental.

Setiap hari Charlie menulis diari sesuai dengan kemampuan bicaranya, kemudian diarinya diberikan pada pihak laboratorium yang sedang meneliti cara meningkatkan kecerdasasn. Dan Charlie sangat ingin menjadi bagian dari mereka, agar bisa menjadi pintar. Test pertama, di departemen kejiwaan. Burt, dokter yang menangani menamakan test itu test kejut spontan. Dokter menunjukkan beberapa kartu putih di depan Charlie, dan memintanya mengatakan apa yang dilihatnya. Namun Charlie tidak melihat apapun, karena khawatir tidak lulus akhirnya Charlie berbohong mengatakan gambar bercak tintah yang tumpah. Tapi Burt, tahu ia berbohong.

Beberapa hari kemudian, Charlie harus mengikuti test persepsi tematik. Lagi lagi ia hanya merasa jengkel karena tidak mampu menjawab dengan baik dan kebingungan. Akhirnya dokter membawa ia ke ruangan lain. Tempat Algernon, seekor tikus putih yang merupakan sampel penelitian meningkatkan kecerdasan otak. Dan kabar baiknya, tikus itu memiliki perkembangan yang baik.

Setelah mempertimbangkan dan informasi yang dibawa Alice yang mengajar di sekolah terbelakang dewasa mengetahui Charlie memiliki gairah belajar yang berlebihan, akhirnya keraguan dokter untuk menerima Charlie bisa disingkirkan. Mereka menerima Charlie, manusia pertama sebagai bahan percobaan penelitian. Dengan syarat harus menjelaskan pada Charlie ada banyak kemungkinan yang akan terjadi. Diantara kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, bisa jadi keadaannya semakin memburuk dan terpaksa di tempatkan di panti Warren.

Tidak peduli apapun resikonya, akhirnya Charlie di operasi. Tapi ia tidak boleh memberitahukan pada orang lain sampai status dari penelitian ini jelas, berhasil atau gagal. Setelah keluar dari rumah sakit, Charlie terus mengikuti test labirin yang mirip Algernon lakukan. Dan beberapa test lainnya.

Setiap Charlie terbangun ia selalu berharap akan segera pandai. Tapi sama sekali tidak merasakan perubahan apapun, bahkan membaca tulisannya sendiri masih tidak bisa. Ia lelah dengan serangkaian test dan menulis laporan kemajuan. Karena sama sekali tidak menghasilkan apapun, lebih menyedihkannya lagi. Algernon, seekor tikus jauh lebih pandai darinya. Akhirnya Charlie memutuskan ingin kembali bekerja di toko kue. Dokter memahami keinginan Charlie, mereka memutuskan mengizinkannya kembali kerja. Namun sepulang kerja selama dua jam harus berada di laboratorium untuk mengikuti serangkaian test lagi dan menulis laporan kemajuan.

Perkembangan kecerdasannya mulai nampak tepat tanggal 29 Maret. Ia sudah bisa mengalahkan Algernon, dan lebih mengejutkan kejadian di toko kue. Hari itu Charlie dikerjai rekan kerjanya. Ia harus membuat adonan dengan menggunakan mixer. Semua yang melihat sangat terkejut karena ternyata Charlie mampu melakukannya dengan benar. Padahal hanya setiap hari memperhatikan kepala pembuat kue membuat adonan.

Semakin meningkat kecerdasa otaknya, Charlie mulai mengingat kejadian-kejadian masa lalu, salah satunya adalah keluarga. Terutama ibunya, yang selalu memperlakukannya dengan kasar karena tidak bisa menerima keadaannya. Perkembangan lainnya, ia sudah bisa menggunakan tanda baca saat menulis. Disisi lain, akhirnya ia menyadari saat orang-orang sekitar tertawa dan mempermainkannya. Itu karena tindakannya yang bodoh tidak mampu mengerjakan hal-hal yang mampu orang normal lakukan.  

Dengan keyakinan suatu nanti IQ nya bisa berkembang lebih baik lagi. Orang-orang yang tidak menyukainya, atau menertawakannya pasti akan senang dengannya.

Dalam waktu singkat, Charlie mendapat kenaikan gaji, dan direkrut bagian pembuatan roti. Karena keadaannya semakin meningkat ini membuat karyawan lain tidak menyukainya. Apa yang diharapakannya dulu tidak berjalan semestinya. Semakin ia pintar, orang-orang yang dianggap sahabat bahkan keluarga telah meninggalkannya. Satu-satunya orang yang mampu dipercaya, hanya Alice.


Orang-orang biasa, hanya dapat melihat sedikit. Mereka tidak dapat merubah banyak atau mendekati lebih tinggi daripada keberadaan mereka yang sekarang, tetapi kau oran jenius. Kau akan naik dan naik. Serta melihat lebih banyak dan lebih banyak lagi. dan setiap langkah akan mengundang dunia yang bahkan kau tidak tahu kau itu ada.

Akibat melaporkan salah satu rekan kerjanya yang kedapatan mencuri uang selama bekerja. Charlie harus dipecat dari toko kue, tempat ia bekerja bertahun-tahun. Dengan berat hati Donner harus melakukannya karena lewat voting hanya satu orang yang menginginkan ia tetap bekerja. Orang-orang itu tidak menyukai perubahan Charlie yang semakin pintar daripada mereka. Dan perubahan yang dialaminya terlalu cepat. Karena perubah itu mereka tidak bisa mengolok lagi Charlie. Mereka dulunya bisa menertawakan Charlie karena tampak pandai dihadapannya. Tetapi, sekarang mereka merasa rendah dihadapan seseorang yang bodoh. Charlie menyadari perubahannya yang terlalu cepat membuat mereka tampak mengerut hingga memperjelas kekurangan mereka.

Keadaan di lab pun tidak begitu baik. Ia tidak suka dengan pemikiran mereka yang menganggap dirinya dulu seolah bukanlah manusia, mereka hanya peduli bagaimana ekspreimennya berhasil.

Ada banyak hal ingin didiskusikan Charlie terkait pengetahuan. Dokter Nemur memahami keadaannya, ia mengajak Charlie bertemu dengan seorang professor untuk menemaninya berdiskusi. Tidak sesuai keinginan, mereka selalu menghindar setiap Charlie menanyakan sebuah pertanyaan. Mereka selalu menemukan alasan untuk pergi menghindar, takut menampakkan keterbatasan pengetahuan mereka.

Semakin lama Charlie lelah dengan serangkaian dari lab. Ia kabur dan membawa Algernon. Selama hidup bersama dengan Algernon Charlie selalu memperhatikan bagaimana pola tingkahnya dalam labirin yang ia buatkan. Saat itu Algernon menunjukkan prilaku yang tidak biasa. Prilakunya tidak menentu dan menolak bekerja sama. Dengan pengamatan dan analisa sendiri yang dilakukan Charlie berhasil menghasilkan laporan dan kesimpulan. Hingga akhirnya ia mendapat kesempatan bergabung menjadi bagian dari proyek penelitian dirinya sendiri.

Algernon mengalami penurunan kecerdasan, dan Charlie yakin hal inipun akan dialaminya. Dan dokter memberitahukan jika proyek ini gagal, ia tidak dapat kembali ke toko kue ataupun tempat asalnya karena akibat operasi dan suntikan hormon-hormon telah menimbulkan efek yang tidak lansung terjadi. Dari pengalaman biasanya, akan meninggalkan bekas, kemungkinan adanya gangguan emosional yang menambah keterbelakangan, yang mengakibatkan tidak dapat menjadi dirinya yang dulu.


anak-anak yang normal bertumbuh terlalu cepat, lalu berhenti membutuhkanmu… hidup sendiri… melupakan siapa yang mencintai dan merawat mereka. Tetapi anak-anak ini memerlukan segala yang mencintai dan merawat mereka. Tetapi anak-anak (red: anak-anak terbelakang) ini memerlukan segala yang dapat kau berikan… sepanjang hidup mereka
  

Algernon, tikus uji coba proyek tidak ingin berlari lagi, bahkan untuk sekadar makanpun harus dipaksa. Dengan keyakinan pasti akan berakhir seperti Algernon. Ia bertekad akan terus menganalisa dan menulis laporan seobjektif mungkin 


Masalahnya, pak professor yang baik, kau ingin membuat seseorang menjadi cerdas tapi harus bisa kau kurung di kandang dipamerkan ketika dibutuhkan untuk mendapatkan kehormatan yang kau cari. Kendalanya adalah aku seorang manusia.


Kecerdasan tidaklah berarti apa-apa. Disini di universitasmu, pendidikan, dan pengetahuan, semuanya telah menjadi pujaan besar. Tetapi, aku tahu sekarang ada satu hal yang telah kalian lupakan: kecerdasan dan pendidikan yang tidak diperlembut dengan kasih manusia tidak akan berharga sama sekali.

Dalam novel ini benar-benar membawa kita merasakan bagaimana proses Charlie yang terbelakang sampai ke tahap menjadi cerdas. Selain dari pendeskripsian prilaku dan suasana sekitar yang kuat, laporan kemajuan yang ditulis Charlie dibuat senyata mungkin. Seperti ada banyak kata yang salah tulis, bukan karena kesalahan editor, namun itu salah satu bentuk dari rangkaian cerita.

Sejujurnya cerita ini agak ganjal. Dari pengalaman, saya punya dua teman terbelakang, laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki lebih ceria, selalu tertawa, dan perempuan lebih sensitive, di ejek sedikit pasti marah. Secara fisik, keduanya memiliki body yang lebih besar dari anak normal lainnya. Bagian mengganjal dari cerita, sejauh saya amati, anak-anak terbelakang tidak menyadari bahwa mereka terbelakang. Tapi entahlah, mungkin ada beberapa macam tipe terbelakang mental. Karena mereka teman sekolah saya waktu SD. Apa yang ditulis oleh penulis itu benar. Keduanya sering ditertawai dan diolok-olok karena keterbelakang mereka. Dan mereka yang terbelakang menganggap perlakuan yang didapatkannya itu normal, sama dengan yang lainnya, karena mereka tidak menyadari sedang dipermainkan. Intinya, orang-orang yang terbelakang jarang mendapatkan hak diperlakukan manusiawi. Eh, sepertinya itu bukan hak, melainkan kewajiban untuk orang-orang yang yakin dirinya manusia. Pesan moril ini yang paling kentara saya tangkap apa yang disampaikan penulis.     

Terima kasih sudah membaca novel Charlie Si Jenius Dungu dengan judul asli Flowers for Algernon. Semoga menginspirasi. Baca juga Review Novel The Girl On The Train

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia